Pernah nggak sih kamu ngaca terus sadar kalau bagian putih mata (sklera) terlihat menguning? Banyak orang menganggap ini hal sepele atau cuma karena kurang tidur. Padahal, mata kuning bisa jadi tanda serius yang berhubungan dengan kondisi tubuh, terutama terkait fungsi hati dan sistem metabolisme. Karena itu, penting banget buat kenal penyebabnya dari sekarang supaya kamu bisa ambil langkah tepat sebelum terlambat. Di artikel ini, kita bakal bahas lengkap penyebab mata kuning, gejala yang perlu kamu waspadai, dan kenapa kondisi ini nggak boleh diabaikan. Yuk simak!

Apa Itu Mata Kuning?

Mata kuning adalah kondisi ketika bagian putih mata berubah warna menjadi kekuningan. Dalam dunia medis, kondisi seperti ini biasanya disebut sebagai jaundice atau penyakit kuning. Warna kuning tersebut muncul akibat penumpukan bilirubin, yaitu pigmen kuning yang terbentuk dari proses pemecahan sel darah merah.

Normalnya, bilirubin akan diproses oleh hati dan dibuang melalui urine serta feses. Tapi saat hati bermasalah atau ada hambatan dalam proses pembuangan, bilirubin bisa menumpuk di tubuh, dan itu kelihatan dari warna mata.

Penyebab Mata Kuning yang Perlu Kamu Waspadai

1. Masalah Pada Hati (Liver)

a. Hepatitis

Hepatitis, baik karena virus, alkohol, atau obat tertentu, adalah salah satu penyebab utama mata kuning. Saat hati meradang, kemampuannya untuk memproses bilirubin menjadi menurun. Akhirnya, bilirubin yang seharusnya dibuang malah menumpuk dan menyebabkan mata terlihat kuning.

b. Sirosis

Sirosis adalah kondisi ketika jaringan hati rusak permanen. Kerusakan ini membuat hati kehilangan kemampuan untuk bekerja optimal. Biasanya sirosis berkembang perlahan, tapi begitu gejalanya muncul, termasuk mata kuning, kondisinya sudah cukup serius.

c. Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Meski sering dianggap ringan, fatty liver bisa berkembang menjadi peradangan serius. Ketika fungsi hati menurun, metabolisme bilirubin juga terganggu dan akhirnya memicu mata kuning.

Baca Juga:
Tips Menjaga Kesehatan Mata yang Baik dan Benar Menurut Dokter Ahli Mata

2. Gangguan Pada Kantong Empedu dan Saluran Empedu

a. Batu Empedu

Batu empedu bisa menyumbat saluran empedu tempat bilirubin dialirkan. Ketika saluran tersumbat, bilirubin akan kembali ke darah dan membuat mata menguning. Kondisi ini biasanya disertai nyeri hebat di perut kanan atas.

b. Infeksi atau Peradangan Saluran Empedu

Kondisi seperti kolangitis (peradangan saluran empedu) juga bisa menghambat aliran bilirubin. Kalau menguningnya mata disertai demam dan nyeri, ini harus segera ditangani.

3. Gangguan Pada Darah

a. Hemolisis (Pecahnya Sel Darah Merah Secara Berlebihan)

Tubuh memproduksi dan memecah sel darah merah setiap hari, tapi kalau pemecahannya terjadi terlalu cepat, misalnya karena penyakit autoimun atau kelainan darah, bilirubin yang di hasilkan menjadi terlalu banyak untuk di proses oleh hati. Alhasil, muncul gejala mata kuning.

b. Anemia Sel Sabit

Kelainan genetik seperti anemia sel sabit juga dapat memicu hemolisis tinggi dan membuat mata terlihat kuning.

4. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Alkohol bisa merusak hati secara perlahan. Pada tahap awal mungkin tidak tampak gejalanya, tapi ketika konsumsi alkohol sudah mengganggu fungsi hati, mata kuning mulai muncul sebagai tanda bahwa organ ini sedang kelelahan atau rusak.

5. Pengaruh Obat-obatan Tertentu

Beberapa obat seperti antibiotik, obat penurun kolesterol, atau obat herbal tertentu dapat memengaruhi fungsi hati. Jika seseorang memiliki sensitivitas tertentu atau menggunakan obat dalam jangka panjang, risiko mata kuning bisa meningkat. Makanya, penting banget untuk mengonsumsi obat sesuai anjuran dan menghindari penggunaan obat tanpa pengawasan.

6. Infeksi Parasit: Malaria

Malaria bisa memicu pecahnya sel darah merah dalam jumlah besar. Akibatnya, bilirubin meningkat drastis dan membuat tubuh terlihat kuning, terutama mata. Kondisi ini umumnya di sertai demam tinggi, menggigil, dan badan lemah.

7. Kanker Hati atau Pankreas

Meski bukan penyebab paling umum, kanker yang menyerang hati atau pankreas juga bisa menyebabkan mata menguning. Tumor dapat menekan saluran empedu sehingga menyebabkan bilirubin menumpuk di tubuh.

Kalau mata kuning di sertai penurunan berat badan drastis, kehilangan nafsu makan, atau rasa kenyang cepat, ini perlu mendapatkan perhatian serius.

Gejala Lain yang Biasanya Menyertai Mata Kuning

Mata kuning jarang muncul sendirian. Biasanya ada gejala lain yang ikut muncul, misalnya:

  • Urine berwarna lebih gelap seperti teh

  • Feses berwarna pucat

  • Kulit ikut menguning

  • Mual dan muntah

  • Nyeri perut, terutama di sisi kanan atas

  • Tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga

  • Gatal pada kulit

Kombinasi gejala ini bisa membantu kamu mengenali apakah masalahnya berasal dari hati, darah, atau saluran empedu.

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Mata Kuning?

Mata kuning bisa menyerang siapa saja, tapi beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya:

  • Konsumsi alkohol berlebihan

  • Riwayat hepatitis B atau C

  • Kegemukan atau obesitas

  • Konsumsi obat jangka panjang

  • Riwayat penyakit metabolik

  • Pola hidup tidak sehat atau jarang olahraga

Semakin besar faktor risikonya, semakin besar kemungkinan tubuh “protes” lewat mata kuning.

Kapan Harus ke Dokter?

Mata kuning bukan kondisi yang bisa di biarkan begitu saja. Kamu perlu segera menemui dokter jika:

  • Mata kuning muncul tiba-tiba tanpa sebab jelas

  • Disertai penurunan berat badan atau demam

  • Urine semakin gelap dan feses semakin pucat

  • Disertai nyeri perut hebat

  • Tubuh terasa sangat lemas

Makin cepat penyebabnya di ketahui, makin cepat pula penanganannya.

Cara Mencegah Mata Kuning

Walaupun tidak semua penyebab bisa dicegah, kamu tetap bisa mengurangi risikonya lewat gaya hidup yang lebih sehat:

1. Kurangi Konsumsi Alkohol

Hati adalah organ yang paling terdampak oleh alkohol, jadi semakin sedikit kamu minum alkohol, semakin aman hati bekerja.

2. Jaga Pola Makan

Konsumsi makanan rendah lemak jenuh, perbanyak sayur, buah, dan air putih. Hindari makanan yang bisa membebani fungsi hati.

3. Olahraga Teratur

Olahraga membantu metabolisme tubuh dan mencegah penumpukan lemak di hati.

4. Vaksinasi Hepatitis

Vaksin hepatitis A dan B bisa menjadi langkah pencegahan penting terutama buat kamu yang sering bepergian atau bekerja di lingkungan berisiko tinggi.

5. Tidak Menggunakan Obat Sembarangan

Jangan asal minum obat atau suplemen tanpa memahami efek sampingnya pada hati.

Jika kamu memperhatikan kesehatan dari sekarang, risiko terjadinya mata kuning bisa banget di minimalisir. Kondisi ini memang sering terlihat sederhana, tapi bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang membutuhkan pertolongan. Jadi, jangan abaikan ya!